Pages

Senin, 01 Oktober 2012

DALIL SHALAT BIRRUL WALIDAIN

Shalat birrul walidain bermula dari hadits Nabi,
عن أبي هريرة  عن النبي  قال من صلى ليلة الخميس ما بين المغرب والعشاء ركعتين يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وآية الكرسي خمس مرات وقل هو الله أحد خمس مرات والمعوذتين خمس مرات فإذا فرغ من صلاته استغفر الله تعالى خمس عشرة مرة وجعل ثوابها لوالديه فقد أدى حق والديه عليه وإن كان عاقا لهما وأعطاه الله تعالى ما يعطي الصديقين والشهداء (أخرجه ابو موسى المديني وأبو منصور الديلمي في مسند الفردوس بسند ضعيف جدا وهو منكر)
Nabi muhamad SAW bersabda, “Barang siapa yang melakukan shalat dua raka’at pada malam hari Kamis antara Magrib dan Isya’, dalam tiap raka’at membaca al-Fatihah, ayat kursi lima kali, al Ikhlas lima kali, dan al-Mu’awwidzatain juga lima kali kemudian setelah selesai shalat membaca istughfar 15 kali dengan tujuan dihadiahkan pada orang tuanya, maka dia termasuk orang yang sudah melakukan hak orang tuanya meskipun sebelumnya dia orang yang menentang kedua orang tuanya dan Allah akan memberikan sesuatu seperti halnya diberikan pada orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang jujur.” (HR Abi Hurairah)
Sabda baginda Rosululloh yang dilansir oleh Abi Hurairoh di atas masih menyisakan teka-taki dikalangan ulama. Sebagian dari mereka menganggap hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Madini dan Abu Mansur ad-Dailami dalam kitab musnadul firdaus sanadnya lemah bahkan termasuk hadits munkar. Hal ini menunjukkan shalat birrul wâlidain tergolong bid’ah dan tidak boleh dilakukan. Namun satu versi mengklaim pelaksanaan rirual ini telah mendapatkan legitimasi dari syari’at

0 komentar:

Poskan Komentar